Penulis: IFTAA

Reconstructing Accountability of The Cash Waqf (Endowment) Institution in Indonesia

Penulis

Dodik Siswantoro;

Haula Rosdiana;

Heri Fathurahman

Abstrak

Purpose

The purpose of this paper is to reconstruct the accountability of the cash waqf institution in Indonesia, including the logic which may refer to the accountability objective.

Design/methodology/approach

The paper employs the qualitative method with a constructivist paradigm. Four different characteristics of cash waqf institutions in Indonesia serve as the object of this research with other related respondents, such as the government and Islamic banks. These multiple case studies may represent the characteristics of cash waqf institutions.

Findings

The result shows that the cash waqf institution in Indonesia has unique and different logical characteristics, which is neither unitary nor pluralist.

Originality/value

This may be the first research which discusses the accountability-based logic for cash waqf institutions in Indonesia. These institutions apply Islamic teaching (Shariah) and must generate big income for social activities. Conditions in other countries may be similar since as waqf institutions have common concepts in general.

Kata kunci

Cash, Accountability, Waqf, Pluralist, Unitary

Artikel

PDF

Sitasi

Siswantoro, D.Rosdiana, H. and Fathurahman, H. (2018), “Reconstructing accountability of the cash waqf (endowment) institution in Indonesia”, Managerial Finance, Vol. 44 No. 5, pp. 624-644. https://doi.org/10.1108/MF-05-2017-0188

Lantik Pengurus Baru, IFTAA Berkomitmen Memajukan SDM Perpajakan Indonesia

Indonesian Fiscal and Tax Administration Association (IFTAA) telah melantik pengurus baru untuk periode 2022-2027.

Kegiatan pelantikan ini berlangsung pada tanggal 19 November 2022 di Gedung Antam Tower B, Jalan T.B. Simatupang No.1, Jakarta Selatan.

Pelantikan ini merupakan hasil dari Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) IFTAA yang telah diselenggarakan sebelumnya pada 9 September 2022 di Hotel Patra, Semarang.

Dalam kepengurusan IFTAA yang baru, Prianto Budi, Dosen di Universitas Indonesia, terpilih sebagai Ketua Umum untuk periode 2022-2027.

Sementara itu, Novianti Rulandari, Dosen dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, akan mengemban peran sebagai Sekretaris Jendral IFTAA.

Kemudian untuk posisi Ketua Dewan Pakar IFTAA akan dijabat oleh Prof. Haula Rosdiana, Dosen di Universitas Indonesia. Sementara itu, Edi Slamet Irianto akan mengepalai Anggota dan Dewan Penasehat serta Etik IFTAA.

Sebagai asosiasi yang berfokus pada bidang fiskal dan perpajakan, IFTAA memilki tujuan untuk memajukan dan mengembangkan Ilmu Administrasi Fiskal dan Administrasi Perpajakan.

IFTAA juga berkomitmen untuk memperkuat hasil pembelajaran/learning outcome bagi Pendidikan perpajakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perpajakan di Indonesia. Selain itu, IFTAA juga akan berperan aktif dalam mendukung kemajuan kebijakan dan administrasi perpajakan di Indonesia, dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Pelaksanaan pelantikan ini sekaligus secara resmi mengesahkan kepengurusan baru, dengan harapan agar mereka dapat menggali sekaligus mengembangkan potensi keilmuan dan keprofesian, untuk mewujudkan seorang profesional perpajakan yang lebih mumpuni sehingga dapat berperan lebih aktif dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara.